BELAWANG – Dalam rangka transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan anggaran negara, tim Monitoring dan Evaluasi (Monev)
Kecamatan Belawang melaksanakan peninjauan langsung terhadap realisasi kegiatan
Dana Desa Tahap I di Desa Murung Keramat pada Selasa, 19 Mei 2026.
Kunjungan
lapangan ini dihadiri oleh jajaran Perangkat Kecamatan Belawang, TAPM Kab.
Barito Kuala Bapak Supiani, Pj Kepala Desa Murung Keramat beserta Perangkat
Desa, Pendamping Desa Kecamatan Belawang, serta Pendamping Lokal Desa (PLD)
Murung Keramat.
Realisasi Fisik Melebihi Target Perencanaan
Fokus utama
monev kali ini adalah meninjau proyek Peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT)
yang berbatasan langsung dengan Desa Karang Buah. Proyek infrastruktur ini
awalnya dianggarkan sebesar Rp 66.869.000 dengan target perencanaan
sepanjang 300 meter, lebar 1,60 meter, dan tebal 0,15 meter.
Namun,
berdasarkan pengukuran langsung secara bersama-sama di lapangan, tim monev
menemukan realisasi fisik yang menggembirakan karena melebihi target awal,
yaitu:
·
Panjang: 380 Meter
(Surplus 80 meter)
·
Lebar: 2 Meter
(Surplus 0,4 meter)
·
Tebal: 0,20 Meter
(Surplus 0,05 meter)
Secara
teknis, jalan yang sudah ada ditimbun menggunakan batu gunung. Di sepanjang
sisi kiri dan kanan jalan, disusun bongkahan batu berukuran agak besar yang
berfungsi sebagai pengunci agar material batu kecil di bagian atas jalan tidak
terhambur keluar.
Manfaat Besar bagi Petani
Keberadaan
jalan ini dinilai sangat vital bagi mendongkrak perekonomian warga setempat.
Mengingat sisi kanan dan kiri jalan didominasi oleh hamparan sawah, peningkatan
JUT ini secara langsung mempermudah para petani dalam mengangkut hasil panen
mereka, yang sebelumnya sering terkendala akses jalur yang sulit.
Tantangan Alam dan Kontur Tanah
Meski
membawa dampak positif yang besar, tim monev bersama pemerintah desa mencatat
beberapa tantangan dan permasalahan yang perlu diantisipasi di kemudian hari:
1. Kerawanan Banjir dan Rob: Di sisi jalan terdapat saluran sungai yang berfungsi
mengairi sawah. Saat curah hujan tinggi atau air pasang besar, jalan usaha tani
ini rawan terendam air, yang berpotensi memicu kerusakan struktural dan membuat
kondisi jalan menjadi becek.
2. Kapasitas Beban Jalan: Kontur tanah di lokasi tersebut masih tergolong lembek. Saat ini, jalan
baru bisa optimal dilalui oleh sepeda motor dan gerobak, serta belum mampu
menahan beban kendaraan roda 4 (mobil/truk).
Rekomendasi Tim Monev untuk Keberlanjutan Pembangunan
Guna
memastikan asas manfaat jalan ini berlangsung dalam jangka panjang, tim Monev
Kecamatan Belawang memberikan tiga rekomendasi penting kepada Pemerintah Desa
Murung Keramat:
· Perencanaan Berkelanjutan: Mengingat keterbatasan alokasi Dana Desa, diperlukan
perencanaan yang matang dan efisiensi anggaran dari tahun ke tahun agar
peningkatan kualitas JUT dapat terus dioptimalkan secara bertahap.
· Semangat Gotong Royong: Mengimbau masyarakat sekitar dan para pemanfaat jalan untuk rutin
menggelar kerja bakti. Kerusakan-kerusakan kecil sebaiknya ditangani secara
swadaya tanpa harus selalu menunggu anggaran dari APBDes.
· Pembentukan Tim Pemelihara: Pemerintah desa disarankan segera membentuk Tim
Pemelihara Sarana Prasarana Desa. Kehadiran tim ini bertujuan agar
masyarakat dan pengguna jalan bisa lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam
menjaga serta merawat aset desa yang telah dibangun.
Secara
keseluruhan, kegiatan monitoring dan evaluasi berjalan dengan lancar.
Pemerintah Desa Murung Keramat berkomitmen untuk menindaklanjuti catatan dan
rekomendasi dari tim monev demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Penulis: Tim
Liputan/TAPM Kab. Barito Kuala